Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

About Me

  Halo, selamat datang di  Journelia  ðŸŒ¿ Saya  Julita Aurelia , seorang mahasiswa psikologi yang memiliki ketertarikan pada bagaimana manusia berpikir, merasakan, dan memaknai hidupnya. Bagi saya, setiap individu memiliki cerita yang unik, termasuk cerita-cerita kecil yang sering kali disimpan sendiri. Journelia  lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang tenang tempat untuk berhenti sejenak, memahami diri, dan menerima setiap emosi tanpa harus merasa dihakimi. Melalui tulisan-tulisan sederhana di blog ini, saya mencoba menggabungkan sudut pandang psikologi dengan pengalaman reflektif, agar setiap pembaca dapat menemukan makna dari apa yang mereka rasakan. Saya percaya bahwa memahami diri bukanlah proses yang instan, melainkan perjalanan yang berlangsung perlahan. Dan dalam proses itu, tidak ada perasaan yang salah. Semoga  Journelia  dapat menjadi ruang kecil yang menemani perjalanan tersebut.

Capek Jadi Kuat Terus: Ketika Kita Lupa Bahwa Kita Juga Manusia

Pernah nggak sih, kamu merasa harus selalu terlihat kuat? Harus tetap tersenyum, tetap baik-baik saja, tetap bisa diandalkan meskipun sebenarnya di dalam hati kamu sedang lelah. Tanpa sadar, banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa menunjukkan kelemahan adalah sesuatu yang harus dihindari. Kita belajar untuk menahan tangis, menyembunyikan rasa sedih, dan tetap berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, menjadi kuat terus-menerus juga bisa melelahkan. Dalam psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan apa yang disebut sebagai emotional suppression , yaitu kecenderungan untuk menahan atau menekan emosi. Sekilas terlihat seperti cara untuk “mengontrol diri”, tetapi jika dilakukan terus-menerus, justru bisa membuat kita semakin jauh dari apa yang sebenarnya kita rasakan. Kita jadi terbiasa memvalidasi orang lain, tapi lupa memvalidasi diri sendiri. Kita mengerti perasaan orang lain, tapi mengabaikan perasaan kita sendiri. Dan lama-kelamaan, rasa lelah itu menumpuk. Tid...